Senin, 25 Februari 2019

Senja yang Terbagi

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.20 0 komentar

  Senja yang Terbagi
Engkau ........ Hadir  menjadi rencana-Nya
Tapi hati dan logikamu tak mampu menempuh rasa yang di berika oleh pemilik rasa kepada ku
Engkau ........ Diantara dua wajah yang tak elok dipandang apa lagi disentuh,
Sebab, engkau suci dan kekal
Indah bagaikan mahkota sang ratu di surga
Engkau bagikan keindahan senja yang tak sempat  ku abadikan.
“Senja,” mengapa engkau tak hadir kembali.?
Engkau begitu dirindukan sepasang harapan yang masih setengkau di langit-langit ingatanku. Masih adakah sebab langit muram dan terlihat abu-abu?. Tak ada lagi bintang terlihat, yang ada hanya sentuhan lembut perlahan menusuk pandangan bagaikan dingin malam. Engkau bagengkaukan sejana penantengkaun yang hadir memberikan kebahagengkaun, namun cahayanya bisa membuat luka. Eangkau mampu memberi momen terbaik bagi sang perindu hati.
Terbersit dalam hati, celah-celah kebencian senja muncul. Sebab engkau mengingatkan kenangan yang tak pantas di ingat lagi, hingga munculah rasa bagaikan dua sisi senja yang berbeda, di benci namun sangat dirindukan. Segala yang bermakan singgah bagaikan senja.
“Entah kebahagiaan, duka, lara, kecewa ataupun kesedihan bermuara dan ditujukan pada senja.”
Sejenak engkau memandang ke luar jendela, menembus tirai-tirai kabut tipis, melewati desau mawar yang basah sebab hujan usai mengguyur hari-hari, angin masih meninggalkan sisa-sisa embun di atas keindahan mawar. Kilatan cahaya sesekali muncul mengirimkan pesan gemuru sekan kecewaan, getaran petir seakan menyampaikan gusarnya hati menelan duka lara.
Harapan yang ada seakan sirna, sebab penantian tak meninggalakan pesan dari yang pernah singgah. Engaku begitu kecewa ketika hati yang keras mampu melunak karena hadirnya, engkau hanya datang sejenak lalu pergi meninggalkan sejuta kenangan. Kecewa begitu dalam, bagai kilatan petir yang melesat jauh, membuat engkau harus kehilangan senja untuk kesekian kalinya.
“Harus berapa lama lagi menantinya di tengah kegundahan hati,”
“Apa kedua bola mata sudah tak mampu melihat atau bosan menunggu?.”
“Mengapa rasa tulus ini tak mampu mebuka pintu hati.”?
“Hadirmu bagaikan purnama, datang untuk pergi tapi menerangi.”
Dahulu engaku mengikat janji bersama senja, setia menemani dan mengawal rasa yang terus berkelana. Bahkan engkau merasa senja adalah penantian yang dirindukan, senja adalah keindahan, senja adalah cinta yang terbawa ego pergi. Disaat teduhnya rasa berhasil melekat di hati, ada saja hal yang datang mengusik engkau yang seharusnya kembali kapada rasa yang menanti.
“Harapan satu-satunya hanya jawaban atas rasa yang tak pernah usai.”
“Mengapa harus begitu?”
“Bawalah pikiran yang ada sejenak, tengoklah.”
“Adakah rasa yang tertinggal, entah karena apa? tiada hati yang tahu.”
Setiap ada senja di sutulah engkau teringat sosok terang dalam gelap, namun engkau tidak menemukan cahaya. Pergi meninggalkan luka untuk engkau yang mengabadikannya dengan senja. Sesekali engkau pergi mengayun sepeda menyusuri ruang-ruang keredupan, mencari senja yang tak pernah engkau jumpa. Sebab engkau tak mampu menahan gejolak rasa yang ada, senja kini kembali datang namun tak seindah dulu.
“Jika hanya untuk meninggalkan mengapa engkau datang.”?
“Kehadiran rasa yang engkau miliki bukan untuk satu atau pun dua insan.”
“Apakah semua diperlakukan dengan rasa yang sama?, diberi rasa seolah tak ada.”
Kalau memang demikian, senja yang begitu indah tak lagi pantas engkau jadikan mahkota yang mampu mengobati rasa dan luka. Menganggap semua sam, diman perebedaan engkau letakan. Senja dipandang dari manapun tetap sama, yang buta dan tuli ialah engkau dalam penatian. Memberi janji namun hanyut dalam angan, menyayangi tapi untuk pergi. Dari situlah senja hadirkan keindah yang mati rasa.
Engkau dan senja menatap langit yang sama, namun tanpa tegur sapa. Sebab sudah terlalu lama luka yang mengendap dan menutup rasa benci yang kian memuncak. Dekat namun tidak terasa dekat, seperti senja dengan rasa yang disematkan pada pada luka.
“Engkau berikan semua untukmu waktu, tenaga dan pikiran, namun senja yang meneduhkan hanya mampu di kenang tanpa bisa di pegang.”
“Engkau mengira senja itu bukan untukku, engkau tak tahu juga kalau rasa itu milikmu.”
Pergilah jika engkau tak ingin memberikan bahagia, agar engkau mampu melupakan senja yang tak membuatnya bahagia. Jangan kembali jika senja yang menanti di sini diabaikan, esok engkau akan berusaha melupakan senja yang diimpikan namun bukan hal mudah, seab senja telah meninggalkan luka.
Senja di sini tak perlu menantinya datang kembali, sebab engkau harus belajar merelakan kebahagiaan untuk senja yang lain. Bertahan di tengah terpaan badai gelombang asamara yang sulit di selesaikan. Senja yang selama ini berusaha sabar menanti, akan merasakan kekecewaan dan rasa yang ada akan hancur terbawa oleh lelahnya penantian.
Engkau yang kini menjadi api abadi, engkau yang sudah rentan hatinya, dan engkau yang mulai membenci senja akan mengembalikan keindahan senja seutuhnya. Bukan senja yang tak megindahkan, namun senja yang sebenarnya senja dengan sejuta kedamaian rasa yang abadi. Engkau yang mengagungkan rasa yang semu tak akan lagi membuang senja dengan percuma, senja yang abadi hanya untuk yang datang menetap bukan untuk pergi.
Jika usaha engkau menemukan senja belum menuai hasil, biarlah sang pemilik rasa mengatur dan mencatatnya, meskipun engaku hanya mampu menunjukkan rasa yang benar-benar ada dan tulus tanpa sedikitpun alasan yang mampu terungkapkan.
Lembaran kelam tentang rasa akan segera tertutup oleh masa kelam, dan akan menjadi murni oleh  senja indah di lembaran rasa sebenarnya. Engkau yang selama ini menyerahkan hidup dan mati hanya untuk senja, maka kekecewaan telah menampar dan menyadarkan bahwa rasa untuk senja hanya  sebuah ketulusan bukan sebuah permainan.
Melupakan senja membutuhkan waktu agar sepenuhnya menghapus kenangan yang ada. Engkau berusaha mencari senja yang benar-benar menjadi indah. Sebab yang senja baru itu yang memberikan jawaban sebuah rasa. Suatu saat nanti jika senja berhasil engkau temukan, maka satu permintaan untuk Sang Maha Cinta, “Jangan buat senja pergi meninggalkan rasa yang menantinya.”
Jika senja ada hanya untukku, Ketulusan cinta untuk dia akan menjawab atas doa-doa kerinduan jiwa.
http://faifahliliana.blogspot.co.id/

Minggu, 03 Juni 2018

DAKWAH INFOGRAFIS KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR

Diposting oleh Nurul Afifah di 22.40 0 komentar
Begitu banyak malam-malam di hari biasa, namun lebih utam malam di bulan Ramadhan yatiu malam Lailatul Qadar. Sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sesuai dengan Nash Al-Qur'an di atas, mari berlomba-lomba mencari pahala kemualian malam seribu bulan tersebut.


http://faifahliliana.blogspot.co.id/

DAKWAH INFOGRAFIS KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.58 0 komentar

Nama :                                Nurul Afifah
Nim   :                                1501026120
Mata Kuliah:                      Desain Komunikasi Visual

http://faifahliliana.blogspot.co.id/

Kamis, 25 Juni 2015

Ayat Cinta Nafifah

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.12 0 komentar


Ayat Cinta Nafifah

Ffrom nafifah

Langkah kecil.....
Tertuntun dalam lantunan Doa
Selalu menjadi pedoman
Menyusuri relung  kehidupan
Untuk menggapai citaku
Semua memang tak ada yang mudah
Dalam menapaki langkah hati
Berkorban itulah keharusan
Untuk kujadikan ayat Doaku
Angin kerinduan menghiasi mata
Terhalang jarak yang menghalangi pendangan
Membuat rindu semakin subur
Ibu ...................
Segala upaya kan kulakukan untuk penuhi pintamu
Berada jauh dari pelukanmu
Memendam  rindu hingga menusuk relung batinku
Memandang semu muara kasihmu
Ibu .................
Meski damu tak ada didekat pandanganku
Lantunan ayat Doaku akan selalu  ada untukmu
Untaian ayat cinta kan selalu tercurah padamu
Dengan kepasrahan dari mulut mungilku
Ku harap...................
Kau tetap menjadikan Nafifah anak tersayangmu
Yanga akan selalu ada dihatimu
Cinta nafifah hanya untukmuu Ibu
Sekarang,nanti dan selamanya..

http://faifahliliana.blogspot.co.id/

Harap Dalam Doaku

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.10 0 komentar


Harap Dalam Doaku

From Nafifah

Setiap waktu ku berharap
Dalam sujud ku berdoa
Akan ada tangis bahagia
Dari mata yang menanti harapan
Berusaha tak lekang waktu
Dari pagi yang cerah merekah
Hingga malam yang indah penuh bintang
Tenaga bahkan fikiran terkuras sudah
Tuhan ................
Itulah jerih payahku
Untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidupku
Membanggakan Orang Tuaku
Mengurai sedikit senyuman bahagia
Dan tangis bahagia
Tuhan...............
Kumohon padamu
Jagalah malaikat hidupku
Sayangi mereka
Kapanpun dan dimanapun
Jangan kau biarkan duka hatii menyelimuti langkah hidupnya
Kabulkanlah TUHAN...............

http://faifahliliana.blogspot.co.id/

Rinduku

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.09 0 komentar


Rinduku

From nafifah

Perlahan angin bergerak
Menyentuh setiap relung  kehidupan
Daun yang rindang saling bersahutan
Menyapa kembali jiwa yang sepi
Menghibur hati yang kini sendiri
Bulan dan bintang
Saling tersenyum kala malam tiba
Bunga bermekaran saat musim semi tiba
Semua terasa indah
Semua terasa bahagia
Tuk menghibur hati yang merana
Menahan rindu yang menggebu
Setiap saat ku berdoa
Setiap nafas ku berharap
Rinduku ini dapat sampai padanya
Kadang...................
Hati ini menangis
Menahan sakit yang teramat dalam
Tuhan ...............
Kaulah penguasa hati dan fikirkan
Kaulah yang tau
Jika rinduku ini benar dijalanMU
Sampaikan Tuhan
Biarkanlah aku tersenyum sedikit
Untuk menghibur hati yang menangis
Menahan rindu yang diacuhkan



http://faifahliliana.blogspot.co.id/

Mimpi Besarku

Diposting oleh Nurul Afifah di 07.07 0 komentar


Mimpi Besarku

From nafifah

Berangan tinggi
Bermimpi indah
Adalah sejuta asa dalam batinku
Terbayang akan suatu hal terindah
Namun ...............
Semua itu masih harapan semu
Berdoa dan berusaha
Menjadi sahabat dalam sujudku padamu
Menangis........
Adalah simbol kesungguhanku
Dari sekian juta pintaku
Tuhan..........
Dengarkan doaku
Genggamlah semua asaku
Kabulkanlah Tuhan
Sungguh
Aku tak minta banyak
Aku hanya ingin membanggakan ayah dan ibu
Dengan
Sedikit jeri payahku
Membanggakannya dengan kesuksesan ilmuku
Amin 
http://faifahliliana.blogspot.co.id/
 

Nafifah_25 © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor